Apa program RL yang kamu suka?

Download Wallpaper

Our Radio


Untuk Dapat Mendengarkan Radio Online Ini Setidaknya sobat Harus Menyediakan Internet berkecepatan 32kbps. Silakan Refresh Halaman Ini Jika Radio tidak terdengar. Enjoy Listening RL's Radio While Reading Our Blog..
Now Playing on RL Radio:
Pop up Players:
Windows Media Player Real Player Winamp iTunes
How to Listen? click here
Share

IT Private Course

Rabu, 16 Mei 2012

Rumah Langit Pekanbaru kini membuka 4 Kelas  Kursus baru :
  1. Web(PHP, jQuery,Wordpress,Joomla, Hosting, Domain), 
  2. Desain Grafis(Photoshop, Corel Draw), Video Editing (Adobe Premier, After Effect), 
  3. Penulisan Makalah/Skripsi, Office Dasar (Word, Excel, Power Point), Blog For Money(Blogger, Wordpress), 
  4. Troubleshooting PC/Laptop
  5. Gadget : Update/Upgrade tablet dan smartphone, flashing, isi aplikasi dan games, tweaking

Bonus:TA : Bimbingan/Konsultasi, Pembuatan Aplikasi, Pembuatan Laporan

Tag Line :
- "Blog For money",
- "Bikin Sendiri Website untuk toko online mu",
- "Pintar servis PC dan Laptop sendiri"
- "Punya smartphone tpi cuma dipake sms, nelpon dan buka fb doang ? Ayo maksimalkan fungsi smartphone kamu"
- "pembimbing skripsi gak asik ? Bimbingan disini ajaa"
- "mau pinter edit foto dan video sendiri ? Mari belajar bersama kami"
- "PC/Laptop anda bermasalah ? lelet ? Kena virus ? Perbaiki sendiri aja"
- "mau kursus tapi males keluar rumah ? Atau mau kursus tapi gak punya banyak waktu luang ? Kursus bersama kami, waktu dan tempat terserah anda"


Untuk registrasi silahkan hubungi:
Robby : 085658282395 (Daerah Marpoyan)
Kurnia : 085271447863 (Daerah Simpang Tiga)
Abrar : 085265301446 (Daerah Panam)
Andry : 081266530035 (Daerah Rumbai)

Read Post | comments

Biaya dan Cara Pemesanan

Sabtu, 07 Januari 2012

Ada beberapa jenis biaya produksi yang diperlukan dalam proses pembuatan jasa / service kami. seperti pembuatan website, softwares, multimedia 3D, dan juga IT Support. web design dan animasi flash. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai biaya dan cara pesan dari Rumah Langit.

Biaya Web Design

1. Biaya Pembuatan
Merupakan biaya pembangunan web design, sudah termasuk biaya design, programing, fotografi (jika ada), dan animasi (jika ada). Biaya design web ini hanya dikenakan satu kali. Besar biaya pembuatan website beragam, tergantung dari tingkat kesulitan, proses, dan nilai ide dari website tersebut.

2. Biaya Sewa Hosting dan Domain
Hosting adalah ruang server di mana website tersebut ditempatkan. Sedangkan Domain adalah alamat website (misalnya www.rumahlangit.com). Biaya ini dikenakan satu tahun sekali. Khusus untuk tahun pertama, pemesan dibebaskan dari biaya ini, karena sudah menjadi satu paket dengan biaya pembuatan website.
Biaya sewa hosting dan domain berkisar antara Rp 200.000,00 hingga Rp 1.000.000,00 per tahun tergantung fasilitas hosting yang dibutuhkan website. Yang dimaksud dengan fasilitas hosting ialah: jumlah webmail (misalnya: saya@domainsaya.com), jumlah database, kapasitas disk (misal 200 mb), traffic (jumlah transfer data per bulan), dan sebagainya.

3. Biaya Maintenance
Yaitu biaya perawatan website. Biaya ini dikenakan jika pemesan ingin menyerahkan maintenance websitenya kepada kami. Biaya ini dapat berupa: biaya update artikel, penambahan/modifikasi konten dan fitur, upgrade design, Search engine optimization / SEO, security system, hingga biaya promosi website. Biaya ini bisa diberlakukan sekali bayar jika maintenance ini berupa penambahan/modifikasi konten dan fitur. Tetapi bisa juga diberlakukan 1 bulan sekali jika maintenance ini berkelanjutan (seperti update artikel, promosi, security, dan sebagainya). Besar biaya maintenance sangat bervariasi, minimum Rp. 100.000,00.

Biaya Software developer

Biaya pembuatan software / program adalah biaya yang dikenakan saat Anda memesan / request sebuah program, baik itu program web base atau pun desktop. Biaya ini sudah termasuk biaya design antar muka aplikasi , coding, perancangan database, dan maintanance selama 1 bulan. Besar biaya pembuatan sebuah program beragam, tergantung dari tingkat kesulitan, proses, fungsi, dan nilai idenya.



Biaya Multimedia / Graphic Design
Biaya graphic design atau multimedia yang dibuat untuk keperluan pembuatan Profil Perusahaan (company profile) dapat disulap sebagai alat marketing yang cukup memikat untuk mendapatkan klien atau investor. Proses pengenalan perusahaan kepada klien dapat disampaikan secara singkat, tepat, dan akurat demi efektifitas dan efisiensi promosi.

Bagi institusi pendidikan, kami juga dapat mendesain Animasi 3D yang memuat materi pelajaran atau pelatihan agar bisa disajikan secara visual seperti computer assisted learning (CAL). Materi pendidikan yang disampaikan dalam bentuk animasi tentunya lebih mudah dimengerti oleh siswa sehingga dapat menghemat waktu dan efektif.

Cara Pemesanan

Kami menerima pesanan dengan sistem online, yaitu pemesan menghubungi kami dengan menggunakan sarana internet – bisa lewat email ke q.rachman@mail.com atau bisa juga dari halaman contact us di website ini. Kami akan mulai mengerjakan proyek tersebut tentunya setelah uang muka dibayar (50% dari biaya pembuatan).

Saat proses pembuatan, kami akan melaporkan progres kerja kepada pemesan secara berkala hingga proyek selesai dibuat. Setelah proyek selesai, pemesan wajib membayar pelunasannya. Seluruh biaya pembuatan bisa dilakukan via transfer Bank maupun COD.
Read Post | comments

Paket Website Rumah Langit 2012

Jumat, 06 Januari 2012

Daftar dan Paket Website Rumah Langit 2012:
1.       Paket Personal
  •  Hosting + domain.com / 1 tahun
  •  Custom Template Design
  •  Harga mulai dari 1 juta
  •  Maintanance 1 bulan


Contoh paket personal

2.       Paket Toko Online
  •       Hosting + domain [dot]com , [dot]net, [dot]co[dot]id / 1 tahun
  •       Custome Template
  •       Harga mulai dari 2 juta
  •       Maintanance 1 bulan
  •       With “kantong belanja”
  •       Maintenance 1 bulan
  •       SEO Onpage

Contoh paket Toko Online

3.       Paket Company Profile
·         Hosting 500MB+ Domain [dot]com , [dot] net / 1 tahun
·         Photo Slider
·         Cool Templates Design
·         Harga mulai dari 2 juta
·         Maintanance 2 bulan
·         SEO Onpage

Contoh tampilan Site Bussines Profile
4.        
    E-Learning Sekolah
  •          Hosting 500MB + Domain .com
  •          Module pembelajaran
  •          CMS E-Moodle atau Claroline
  •          Harga mulai dari 2 juta
  •          Maintance and training 1 bulan

Contoh e-learning

untuk melihat lengkap catalog dan list harga website kami, silahkan download disini
Read Post | comments

Profesi di Dunia IT Bidang Hardware & Network

Rabu, 28 Desember 2011

Profesi-profesi dalam dunia IT baru muncul pada beberapa dekade belakangan ini sejalan dengan berkembangnya komputer. Bahkan sampai sekarangpun di negeri kita masih banyak orang yang belum mengetahui profesi programmer atau ahli jaringan.

Untungnya masyarakat kita sebagian besar sudah mengenal komputer sehingga bila kita ditanya tentang profesi/pekerjaan ini kita biasanya menjawab:
“Saya kerja di bidang komputer”.
Tentunya presepsi penanya akan berbeda-beda tentang “profesi bidang komputer”. Kadang kala mereka akan kembali bertanya:
“Bagaimana penjualannya? Sepertinya sekarang lagi menurun ya?”…. Dan kita hanya bisa mengangguk sambil tersenyum…

Ya memang itu wajar terjadi saat ini karena bidang IT adalah bidang pekerjaan yang penuh dengan abstraksi. Apa yang dihasilkan tidak berbentuk barang tetapi berbentuk suatu manfaat/jasa yang bisa meningkatkan produktifitas bidang pekerjaan lain.

Menurut saya, ilmu-ilmu bidang IT/komputasi muncul dari perpaduan antara matematika dan teknik elektro, karena banyak hal-hal yang bersifat matematis dan ada juga yang bersifat elektronika didalamnya. Bagi yang pernah kuliah di jurusan yang berhubungan dengan IT tentunya banyak berhadapan dengan matakuliah yang berhubungan dengan matematika, algoritma dan sedikit elektronika. Tetapi setelah bekerja, hal-hal bersifat logika dan algoritma akan lebih banyak digunakan. Karena itu dalam semua jurusan komputer, teknik elektro / telekomunikasi dan matematika, selalu ada matakuliah “Algoritma dan Pemprograman”

Ada orang yang mengatakan: “Adalah sebuat mitos, seorang yang ahli dalam pemprograman harus ahli dalam matematika.”
Mungkin ini ada benarnya secara umum, tetapi ada kalanya keahlian dalam matematika terutama Aljabar Linear memang diperlukan untuk membangun aplikasi tertentu seperti 3D CAD atau aplikasi grafis lainnya. Aplikasi jenis ini mungkin agak jarang di Indonesia, tetapi tidak sedikit developer Indonesia yang membangun aplikasi ini walaupun aplikasi ini milik asing yang tentunya akan di klaim sebagai buatan bangsa mereka.

Catatan:
Selanjutnya saya akan lebih sering menggunakan istilah-istilah dalam bahasa aslinya yaitu “en-US” atau LCID: 1033… , kecuali untuk istilah-istilah yang sudah umum dalam bahasa Indonesia.
Hal-hal yang saya bahas dalam tulisan ini tidak menggunakan definis-definisi baku melainkan hanya istilah-istilah yang saya pahami dan semoga akan lebih mudah dipahami.

Kembali pokok pembicaraan, untuk menyederhanakannya, menurut saya bidang profesi IT dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu:
Computer Engineering (rekayasa komputer)
Computer System & Networking (sistem dan jaringan computer)
Software Development & Consulting (pengembangan & konsultansi priranti lunak)

Ketiga bidang IT tersebut sengaja saya urutkan dari yang bersifat “hard” ke yang lebih “soft”.

Pembaca mungkin bertanya-tanya mengapa bidang marketing / sales engineer tidak dimasukkan? Memang yang saya bahas di sini adalah dalam lingkup bidang yang bersifat technical saja. Kemudian bagaimana halnya dengan IT trainer yang memang ada untuk semua bidang profesi IT? Profesi trainer dapat digolongkan ke salah satu bidang yang paling dikuasai plus keahlian mengajarkan ilmunya sehingga lebih mudah dimengerti oleh trainee/audience. IT trainer juga memerlukan keahlian menulis untuk menyusun modul training atau menulis buku baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Setiap profesi di dunia IT memiliki jenjang karir mulai dari fresh graduate, junior, experienced, senior hingga expert. Saya akan membahas lebih detail mengenai hal ini dalam tulisan yang berjudul: “Jenjang karir dalam dunia IT”. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas macam-macam jenis profesi di dunia IT dan ciri-cirinya.

1. Bidang Computer Engineering
Bidang ini adalah yang paling bersifat konkrit karena tujuan akhirnya adalah menghasilkan produk yaitu sebuah Komputer atau sebuah peripheral. Computer engineering berkaitan dengan desain, pengembangan dan testing hardware komputer / peripheral dari mulai teknologi semikonduktor, mikroprosesor, circuit, interfacing hingga pengembangan embedded software dalam sebuah mikrokontroler.

Saya tidak akan banyak bercerita mengenai bidang ini karena banyak profesi-profesi di luar dunia IT yang terkait ke bidang ini seperti fisika, fabrikasi semikonduktor, mikroelektronika, elektronika dll.

1.1. Hardware Engineer
Sebagian besar profesi yang berkaitan dengan computer engineering tidak banyak terdapat di Indonesia karena tenaga ahli di bidang ini banyak dipekerjakan di industri mikroprosesor dan integrated circuit yang melibatkan proses fabrikasi mikroelektronika dan desain arsitektur mikroprosesor yang saat ini belum ada di Indonesia. Kalaupun ada hanya pada proses assembling / perakitan dan bukan desain serta pengembangannya.

Profesi yang ada di negeri kita umumnya berkaitan dengan rancang bangun interfacing dan mikrokontroler. Mereka yang mengambil jurusan teknik komputer selama kuliah dapat menekuni bidang ini. Profesi ini biasa disebut “hardware engineer”.
Hardware Engineer 

Profesi hardware engineer sering kali “overlapping” dengan teknik elektro terutama dengan profesi electronics engineer dan control / automation engineer. Di dunia kerja akan lebih banyak ditemukan tenaga-tenaga ahli yang berlatar belakang teknik elektro dibandingkan dengan teknik komputer.

Sebenarnya lingkup kerja masing-masing bidang sudah ditentukan. hardware engineer yang berlatar belakang teknik komputer tugasnya cenderung berhubungan dengan desain dan optimasi arsitektur komputer atau mikroprosesor/mikrokontroler pada khususnya. Contohnya adalah bagaimana membuat instruction set yang optimal, berapa jumlah pipeline yang dibutuhkan, registers, optimasi bus dalam mikroprosesor dll. Bidang teknik elektronika bertugas merancang divais mikroelektronika (transistor), VLSI, optimasi dalam fabrikasi semikonduktor, optimasi konektifitas antar komponen dan kehandalan komponen mikroprosesor/mikrokontroler yang diproduksi. Tetapi sekali lagi di negeri kita kenyatannya bidang ini sering overlapping karena sebagian besar lapangan kerja bidang hardware engineering berkaitan dengan desain, perakitan dan implementasi menggunakan komponen hardware yang sudah ada untuk membangun sebuah produk atau solusi.

Hardware Engineer
Tugas:
Mendesain dan membangun interface antara komputer dengan peralatan-peralatan lain
Membangun software yang mengontrol interface (biasanya menggunakan bahasa C)
Mendesain dan membangun solusi menggunakan embedded sistem / mikrokontroler
Membangun software untuk menjalankan mikrokontroler (biasanya menggunakan bahasa assembly)
Testing hardware.

Keahlian yang diperlukan:
Memahami rangkaian elektronika dan rancang bangun rangkaian digital serta komponennya
Meguasai arsitektur komputer dan cara kerja mikroprosesor / mikrokontroler
Meguasai rancang bangun computer interfacing
Memahami algoritma dan pemprograman
Menguasai bahasa pemprograman Assembly dan atau C/C++
Menguasai prinsip kerja komunikasi data baik secara parallel, serial (COM/USB), Wireles serta teknik pemprogramannya.

Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer)

2. Bidang Computer System & Networking
Bidang ini berkaitan dengan desain, implementasi dan pemeliharaan infrastruktur jaringan computer baik LAN maupun WAN, teknologi server hingga optimasi serta administrasi sistem komputer. Berikut ini adalah profesi-profesi yang berkaitan:

2.1. System Support / Technical Support
Dari namanya: “system support / technical support”, dapat kita pahami bahwa pekerjaan sehari-harinya adalah men-support / maintain / memelihara sistem komputer berupa hardware atau software yang sudah berjalan. Para profesional di bidang ini diperlukan untuk memberikan dukungan teknis terhadap produk berupa software atau hardware yang telah atau akan diimplementasikan. Selain itu, seorang system support / technical support harus dapat melakukan troubleshooting bila terjadi gangguan terhadap system. Kalau pembaca pernah mendengar profesi “helpdesk engineer”, profesi tersebut dapat digolongkan sebagai system support / technical support.

Salah satu hal yang perlu di perhatikan adalah, kadang kala seorang system support harus bekerja secara shift pagi dan malam untuk me-maintain sistem yang harus berjalan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
System Support Monitoring System

System Support / Technical Support
Tugas:
Memelihara dan memastikan sistem yang ada berjalan dengan baik
Instalasi sistem baik hardware maupun software
Troubleshooting dan perbaikan system
Memberikan pelatihan ke para pengguna sistem

Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai instalasi & setting komputer
Memahami konsep dasar networking dan troubleshooting-nya
Memahami insalasi & troubleshooting hardware / software tertentu (tergantung apa yang di-support)

Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer)

2.2. Network Engineer
Profesi network engineer adalah salah satu profesi yang cukup diminati karena salah satu profesi IT dengan panghasilan yang lumayan. Jenjang karir profesi ini cukup jelas dan umumnya IT management dijabat oleh orang-orang yang berlatar belakang profesi ini (berdasarkan pengamatan saya..). Profesional di bidang ini umumnya memegang sertifikat CCNA, CCNP ataupun CCIE. Dengan memegang sertifikat ini, skill mereka dapat diakui secara internasional dan lebih memudahkan dalam memperoleh pekerjaan di negeri seberang.

Network engineer biasanya dipekerjakan di provider-provider jaringan atau perusahaan multi nasional dan atau yang berskala enterprise. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan interkoneksi data antar cabang di kota-kota yang jauh atau negara lain. Untuk itu diperlukan interkoneksi jaringan melalui WAN (Wide Area Network) dan konfigurasi LAN yang sesuai di kantor pusat dan kantor cabang.
Network Engineer

Network Engineer:
Tugas:
Mendesain dan membangun infrastruktur jaringan baik LAN maupun WAN
Memberikan solusi terbaik dalam hal infrastruktur jaringan baik dalam hal peralatan yang digunakan, efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait
Memastikan suatu infrastruktur jaringan computer dapat berfungsi dengan baik.

Keahlian yang Diperlukan:
Menguasai konsep dasar mengenai jaringan seperti topologi, protokol-protokol komunikasi, standar-standar networking, media komunikasi data dan keamanan jaringan baik LAN maupun WAN
Menguasai konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
Menguasai desain, instalasi dan terminasi media jaringan seperti kabel tembaga/UTP, fiber optic, Wireless communication dll
Menguasai setting, pemanfaatan dan troubleshooting perangkat jaringan seperti router, switch, firewall, proxy, modem dll
Memahami instalasi dan setting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver dll
Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / sistem

Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi)

2.3. System Engineer / Administrator
Profesi System Engineer / System Administrator (biasa disingkat Sys Admin) adalah profesi yang mirip dengan network engineer tetapi dituntut memiliki pengetahuan lebih detail dalam hal desain dan administrasi server-server yang ada di suatu jaringan internal.
Seseorang dengan posisi ini akan diserahi tanggung jawab untuk memastikan system (hardware, software dan jaringan komputer) di suatu perusahaan berjalan desuai harapan dan memegang kunci pasword utama jaringan internal perusahaan (Administrator). Serifikasi untuk profesi ini contohnya adalah MCSE untuk platform Microsoft Windows.
System Engineer

System Engineer / Administrator
Tugas:
Mendesain dan membangun sistem dan jaringan komputer terutama dalam hal teknologi server dan konektifitasnya baik LAN maupun WAN
Memberikan solusi terbaik dalam hal pemilihan dan teknologi server dan software yang digunakan dalam hal efisiensi, reliability, security dan aspek-aspek lain yang terkait
Memastikan/memaintain suatu jaringan internal (baik LAN maupun WAN) dapat berfungsi dengan baik.

Keahlian yang Diperlukan:
Memahami konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
Mamahami setting dan instalasi tentang perangkat aktif jaringan seperti router, switch, hub, firewall dll.
Menguasai secara mendalam salah satu atau beberapa platform / network operating system untuk membangun suatu domain yang aman dan terintegrasi, contohnya seperti “Active Directory” untuk platform windows.
Menguasai secara mendalam tentang instalasi, setting dan troubleshooting PC dan server yang bisa digunakan dalam infrastruktur jaringan seperti domain controller, proxy, filrewall, mailserver, DNS dll
Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system

Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi)

2.4. IT Specialist
Profesi IT specialist atau IT engineer mungkin merupakan profesi yang agak jarang terdengar. Tetapi tanpa disadari, beberapa professional yang merasa bekerja sebagai system support, network engineer ataupun system administrator dapat digolongkan sebagai IT specialist.

IT Specialist umumnya dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang core bisnisnya bukan IT. Tugas utamanya adalah merekomendasikan solusi IT terbaik untuk meningkatkan efisiensi dan performa bisnis perusahaan baik dalam hal hardware, jaringan maupun software. Kalau anda merasa pekerjaan ini mirip konsultan IT, mamang benar, IT specialist bekerja sebagai konsultan IT tetapi lebih cenderung kearah hardware dan jaringan, walaupun pengetahuan tentang software aplikasi server seperti operating system, mail server, proxy, anti virus server, firewall, enterprise portal dll sangat diperlukan dalam mendukung tugas-tugasnya.

Seorang IT specialist harus menguasi bidang IT secara luas baik networking maupun software hingga implementasinya yang “masuk akal”. Ya, solusi dan implementasi harus masuk akal, karena perusahaan yang belum pernah menerapkan IT secara terintegrasi kadangkala perlu mengadakan beberapa perubahan dalam manajemennya.

Untuk mengurangi perubahan dan sistem dapat bermanfaat secara optimal, seorang IT specialist harus memberikan solusi yang benar-benar dapat diterapkan dan ada gunanya serta dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengikuti perkembangan zaman.

IT Specialist
Tugas:
Mendesain dan membangun sistem komputerisasi terutama dalam hal implementasi software, hardware dan jaringan.
Memberikan solusi terbaik dalam hal pemilihan dan implementasi teknologi baik hardware maupun software.

Keahlian yang Diperlukan:
Memahami konsep dan desain infrastruktur jaringan dan troubleshooting-nya
Menguasai network operating system dan aplikasi-aplikasi yang dapat diimplementasikan dalam organisasi.
Memiliki pengetahuan yang luas mengenai software, hardware dan jaringan komputer.
Menguasai secara teknis dan praktis mengenai keamanan jaringan / system

Latar Belakang:
Teknik komputer, Teknik elektro (pemusatan studi komputer atau telekomunikasi), Manajemen Informatika

Jika diperhatikan benar-benar, ada suatu ciri yang umum dalam profesi bidang “Computer System & Networking”, yaitu mengenai skill dalam pemprograman. Memang keahlian memprogram ini tidak diperlukan secara langsung dalam tugas-tugas rutin seorang network engineer atau sysadmin, tetapi ada beberapa hal yang sifatnya mirip dengan pemprograman seperti setting router, server / client script, batch file dan konfigurasi lainnya. Tetapi bila seorang Sysadmin memiliki kemampuan programming, tentunya ini akan menjadi nilai tambah dalam pekerjaannya. Banyak orang-orang yang dahulunya bekerja di bidang networking memiliki kemampuan programming yang cukup mumpuni hingga mampu mengarang buku tentang software development dengan bahasa pemprograman tertentu.

Untuk sementara, sampai di sini dulu tulisan ini. Mengenai profesi-profesi yang belum di bahas di sini silahkan baca artikel sebelumnya:

Bagi yang masih mahasiswa dan merasa menggemari bidang computer hardware atau networking, dapat mengarahkan diri untuk menguasai salah satu bidang profesi tersebut sebelum “terjun bebas” ke dunia kerja. Bagi yang sudah bekerja menjadi seorang professional IT mudah-mudahan dapat terus meningkatkan profesionalitasnya dan semoga bidang yang ditekuni sekarang sesuai dengan hobby dan cita-cita anda.

Memang salary profesional IT di Indonesia masih belum cukup memadai bila dibandingkan di negara maju. Di US misalnya, median salary profesi hardware engineer ternyata lebih tinggi daripada aerospace engineer; sebuah profesi yang melibatkan teknologi tertinggi yang pernah diciptakan manusia. Salary hardware engineer hanya dikalahkan oleh “petrochemical engineer” yang memang pekerjaannya cukup menguras tenaga dan pikiran di daerah-daerah terpencil.

Terima kasih atas kesediaannya membaca tulisan ini.
More power to your spirit!
Read Post | comments

Profesi di Dunia IT Bidang Software Development


Software development adalah bidang yang paling abstrak di dunia IT. Output yang dihasilkan hanya dapat dirasakan oleh user berupa informasi yang dapat mengoptimalkan berbagai macam pekerjaan. Server atau hardware komputer sebesar apapun bila tidak memiliki software didalamnya maka bagaikan seonggok pajangan yang entah cocok atau tidak untuk di pajang..:)
Manfaat penggunaan software komputer memang beragam bagi berbagai kalangan. Ada yang menganggapnya hanya sebagai pelengkap gengsi sampai ada yang akan mengalami kerugian besar bila software aplikasinya tidak berfungsi dengan baik. Karena itu, penghargaan kepada orang-orang yang bekerja di bidang ini bisa berbeda-beda di berbagai perusahaan.
Apapun jenis software yang dibangun, para pekerja di bidang ini dituntut memiliki logika dan ingatan yang kuat. Kemampuan untuk melihat suatu hal secara garis besar, menyeluruh dan juga secara detail hingga sekeil-kecilnya. Selain itu yang paling penting untuk sukses di bidang ini adalah ketekunan untuk belajar dan terus mengembangkan kemampuannya, karena bidang ini secara tetap akan terus berubah (constantly changing) dan berkembang seiring dengan perubahan zaman.
Dalam waktu 5 tahun, keahlian di salah satu teknologi tertentu dapat dianggap ketinggalan zaman (obsolete). Contohnya VB6 yang sangat populer di tahun 1998 support-nya sudah dihentikan di tahun 2008. Berarti aplikasi yang ditulis menggunakan teknologi ini tidak dijamin kompatibilitasnya dengan sistem operasi yang di-release setelah tahun 2008. Mau tidak mau sebagian besar programmer VB6 harus migrasi ke VB.Net dan “patuh” dengan aturan-aturan .Net Framework
Programmer
Kembali ke pembahasan awal, berikut ini akan dibahas satu-persatu profesi-profesi di bidang software development / consulting.
1. Programmer/Developer
Profesi programmer/developer adalah profesi yang paling sering terdengar, karena profesi ini sudah ada sejak diciptakannya komputer itu sendiri. Profesional dalam bidang software development dan consulting umumnya pernah meniti karir sebagai seorang programmer. Keahlian dalam algoritma dan penguasaan terhadap salah satu atau beberapa bahasa memprograman mutlak diperlukan oleh seorang programmer. Programer adalah profesi inti dan tulang punggung dalam software development karena tidak akan terwujud sebuah software aplikasi tanpa adanya programmer, sedangkan tanpa didukung profesi lainnya, seorang programmer dapat membuat sebuah aplikasi yang berguna walaupun dengan cakupan terbatas.
Berdasarkan jenis programming dan output yang dihasilkan, programmer sendiri ada beberapa macam yaitu:
1.1. Hardware Programmer
Hardware programmer sebenarnya adalah bagian dari hardware engineer. Sesuai namanya, mereka melakukan programming secara low level terhadap hardware, misalnya mikrokontroler, embeded sistem, PLC atau device lainnya. Pada awal diciptakannya komputer, programmer jenis ini lebih dominan karena cara memprogram komputer waktu itu mirip dengan cara memprogram mikrokontroller saat ini. Bahasa yang digunakan dulunya adalah bahasa mesin tetapi saat ini cenderung digunakan bahasa assembly dan C.
1.2. System Programmer
Dalam pekerjaannya, system programmer menggunakan low level dan medium level language. Biasanya mereka dipekerjakan dalam pengembangan sistem operasi dan modul-modul pendukungnya. Para pengembangan driver untuk periferal dan programming dalam SIM/UIM card juga digolongkan ke programmer jenis ini. Perbedaan system programmer dengan hardware programmer adalah: System programmer bekerja pada tahap pengembangan suatu platform / sistem operasi atau yang terkait erat dengannya untuk dijadikan sebagai landasan (platform) bagi pengembangan selanjutnya, sedangkan hardware programmer bekerja pada tahap implementasi suatu produk agar sesuai dengan requirement end user. Programmer jenis ini biasa menggunakan bahasa Assembly, C/C++ dan kemungkinan C# dikemudian hari bila sistem operasi yang menggunakan managed code (.Net) benar-benar diluncurkan.
1.3. Application Programmer
Bagi yang sering mendengar profesi “Application Developer”, “Software Developer”, “Web Developer”, “Enterprise Developer” atau “Developer” saja, profesi-profesi tersebut tergolong sebagai Application programmer. Programmer jenis inilah yang paling banyak dan populer di dunia kerja terutama di Indonesia. Hal ini disebabkan karena aplikasi adalah jenis software yang paling banyak di gunakan.
Mungkin anda pernah berpikir, apa perbedaan istilah “application” dengan “software”. Singkatnya, dalam dunia IT, yang disebut application sudah pasti adalah sebuah software, sedangkan software belum tentu sebuah application. Software yang bukan termasuk aplikasi contohnya adalah operating system, device driver, protocol dll. Sedangkan yang dikenal sebagai aplikasi adalah software seperti office suite, image editor, games, sistem informasi retail/swalayan, sistem informasi pendidikan, sistem informasi hotel/retaurant, sistem informasi manajeman gudang, sistem informasi logistik, ERP (Enterprise Resource Planning), SCM (Suply Chain Managemant), CRM (Customer Relationship Managemant) , sistem bank, sistem airline dan masih banyak lainnya.
Dalam pekerjaannya, application programmer menggunakan high level language seperti Java, C#, Visual Basic (VB), VB.Net, Delphi, PHP dll. Dengan menggunakan high level language, proses pengembangan akan lebih mudah dan lebih cepat. Hal ini sesuai dengan tuntutan kebutuhan customer yang terus berkembang dengan cepat.
Dalam hal cakupan keahlian yang dibutuhkan, secara kasar jenis aplikasi dapat dibagi menjadi:
  • Desktop Application (aplikasi yang berwujud Windows Form, WPF, XWindows atau jenis GUI lainnya yang berjalan di O/S masing-masing)
  • Web Application (aplikasi yang user interface-nya berwujud HTML dan diakses dengan web browser, biasa dikembangkan dengan framework PHP, ASP.Net, Java, Spring, Ruby on Rails dll )
  • Database Application (aplikasi yang memerlukan akses ke database menggunakan teknologi seperti ADO.Net, OLEDB, ODBC, JDBC, ORM, Hibernate dll)
  • Distributed Application (aplikasi terdistribusi/server service seperti Web Service, J2EE, WCF, COM+ dll)
Walaupun digolongkan dalam ke empat macam keahlian tersebut, seringkali seorang application programmer harus memiliki keahlian di beberapa jenis aplikasi untuk dapat menghasilkan aplikasi yang berguna. Contohnya: Web programmer harus memiliki kemampuan dalam web application dan database application untuk dapat mengembangkan aplikasi web yang memerlukan database sebagai penyimpanan data. Tidak sedikit pula programmer yang memiliki keahlian di seluruh jenis aplikasi sehingga sering disebut disebut enterprise application developer.
Programmer/Developer:
Tugas:
  1. Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap construction dengan melakukan coding dengan bahasa pemprograman yang ditentukan
  2. Mengimplementasikan requiremant dan desain proses bisnis ke komputer dengan menggunakan algoritma /logika dan bahasa pemprograman
  3. Melakukan testing terhadap software bila diperlukan
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai Algoritma dan logika pemprograman (ini penting sekali)
  2. Memahami metode, best practice dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membaca dan menerapkan)
  3. Menguasai salah satu atau beberapa bahasa pemprograman populer seperti C++, VB, PHP, C#, Java, Ruby dll (untuk web developer perlu juga menguasai HTML, DHTML, CSS, JavaScript dan AJAX)
  4. Memahami RDBMS dan SQL (Structured Query Language)
  5. Menguasai bahasa Inggris (hal ini sangat penting saat ini karena bahasa en-US merupakan bahasa ibu di dunia IT)
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi
2. System Analyst
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kebutuhan aplikasi komputer semakin kompleks. Ada kalanya proses bisnis dan permasalahan dalam suatu organisasi cukup kompleks untuk dijabarkan secara langsung ke sebuah software aplikasi. Biasanya para manajer/direksi perusahaan memahami secara detail mengenai proses bisnis di perusahaannya, misalnya dari sejak procurement, purchasing, manufacturing, warehousing, marketing, accounting dll, tetapi mereka biasanya kurang memahami mengenai bagaimana implementasinya secara teknis dalam software aplikasi. Kemudian seorang programmer biasanya terlalu berkutat dengan coding, algoritma dan hal-hal yang technical sehingga kadang mengalami kesulitan dalam memahami proses bisnis menyeluruh yang umumnya terjadi di organisasi/perusahaan tertentu.
Untuk menjembatani celah ini, maka diperlukan seorang “System Analyst”. Seorang system analyst di satu sisi diharuskan memiliki keahlian dalam menganalisis proses bisnis (problem domain) untuk dapat menghasilkan sebuah SRS (software Requiremant Spesification) dan di sisi lain menguasai aspek technical dan implementasinya dalam software aplikasi (solution domain) untuk dapat menghasilkan DDD (Detailed Design Document). Seorang system analyst biasanya berangkat dari seorang programmer yang sudah mahir dan berpengalaman dalam software development. Kemampuannya dalam menangkap requirement dan proses bisnis, ketajaman analisis mengenai celah-celah dalam sistem serta kemampuan merekomendasikan solusi terbaik secara technical sangat diperlukan dalam mengembangkan software yang berkualitas dan dapat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja proses bisnis suatu organisasi.
System analyst bekerja pada tahap requirement dan design, walaupun kadangkala juga diperlukan untuk menyeberang dari tahap requirement dan design ke tahap construction/implementaion (coding/programming). Tentunya ini wajar karena biasanya seorang system analyst dahulunya juga seorang programmer. Tetapi seorang yang benar-benar diposisikan sebagai system analyst, tugas utamanya adalah membuat requirement dan desain software.
catatan:
Untuk mengetahui lebih detail mengenai tahap pengembangan software (SDLC) akan saya jelaskan di artikel lainnya.
Kita sering mendengar istilah Programmer Analyst atau Analyst Programmer. Kedua profesi ini terdengar mirip, hanya saja dominasi pekerjaannya yang lebih ditekankan untuk diletakkan di depan istilah tersebut. Programmer Analyst adalah seorang programmer yang kadang kala bekerja sebagai system analyst tetapi dengan porsi yang lebih sedikit daripada sebagai programmer. Begitu pula sebaliknya untuk Analyst Programmer. Saya tidak bisa memastikan apakah penggunaan istilah itu benar secara bahasa tetapi profesi/posisi semacam itu memang ada di dunia kerja dan dicantumkan dalam iklan lowongan pekerjaan.
System Analyst:
Tugas:
  1. Membangun/mengembangkan software terutama pada tahap requirement, design dan sebagian dalam tahap construction/implementation
  2. Membuat dokumen requiremant dan desain software berdasarkan proses bisnis customer/client
  3. Membuat proposal dan mempresentasikannya di hadapan stake holder / customer / client
  4. Membuat desain database bila aplikasi yang akan di bangun memerlukan database
  5. Membangun/mengembangkan framework/library untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer
  2. Menguasai metode, best practice pemprograman dan tool/pemodelan pemprograman seperti OOP, design pattern, UML (kemampuan membangun/mendesain)
  3. Menguasai SQL,ERD dan RDBMS secara lebih mendalam
  4. Memahami tentang arsitektur aplikasi dan teknologi terkini
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi
3. Software Quality Assurance Engineer
Software Quality Assurance (SQA) engineer mungkin agak jarang terdengar di dunia kerja. Hal ini mungkin karena di Indonesia belum banyak lowongan kerja yang mencantumkan posisi ini. Bila anda pernah mendengar posisi “Software Tester”, maka itu termasuk dalam profesi ini. Salah satu tugas SQA engineer memang melakukan testing terhadap software, tetapi bukan itu saja sebenarnya pekerjaan profesi ini.
Dalam perusahaan software development yang cukup mapan dan telah menangani banyak proyek besar, SQA engineer sangat diperlukan terutama untuk menghasilkan software yang berkualitas. Tugas SQA engineer diantaranya adalah melakukan “quality assurance” (QA) dan “quality check” (QC) terhadap software. Pengembangan software harus sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan (QA) dan harus melalui proses testing (QC) yang sesuai. Di sinilah tugas SQA engineer untuk memonitor proses software development dan memperbaiki standar yang ada (improve) bila masi memiliki kelemahan.
Dalam software development, terdapat beberapa resiko yang ditanggung oleh para stake holders. Seperti terjadinya bug/defect, waktu pengembangan yang semakin panjang, resource yang semakin bertambah ataupun kendala-kendala lain yang tidak diperkirakan sebelumnya. Tugas SQA engineer yang persifat preventif adalah dengan meminimalisir resiko-resiko ini.
Untuk menilai kemapanan sebuah perusahaan, terutama yang bergerak dalam bidang software development, terdapat beberapa standar seperti CMMI Capability Maturity Model Integration. Singkatnya, makin tinggi level CMMI sebuah perusahaan, resiko project yang ditanganinya akan semakin kecil. Dengan begitu perusahaan dengan level CMMI yang tinggi dianggap sudah mapan dan dipercaya untuk mengerjakan proyek-proyek besar. Salah satu tugas SQA engineer adalah mengusahakan agar perusahaannya lulus sertifikasi CMMI di level tertentu.
Software Quality Assurance Engineer:
Tugas:
  1. Memonitor jalannya proyek software development apakah sudah sesuai dengan standar dan prosedur yang ada
  2. Merancang dan membuat test case / skenario software testing
  3. Melakukan testing sesuai dengan test case / skenario
  4. Merumuskan dan merancang peningkatkan efisiensi dan efektifitas standar proses yang digunakan
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai hal-hal yang berhubungan dengan software testing (test plan, test case, testing automation, functionality testing, regression testing dll)
  2. Memahami tentang perinsip kerja software sesuai dengan platformnya masing-masing
  3. Memahami tentang SDLC dan metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll
  4. Memahami standarisasi seperti CMMI
  5. Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika
4. Software Engineer
Profesi software engineer sebenarnya ada kemiripannya dengan profesi programmer, system analyst ataupun SQA engineer. Yang membedakannya adalah software engineer memerlukan keahlian lebih mendalam dalam hal SDLC (Software Development Life Cycle) yaitu seluruh proses yang harus dijalani dalam pengembangan software. Pada level tertentu, seorang software engineer juga harus menguasai manajeman proyek software development. Salah satu standar SDLC yang umum digunakan dalam software engineering adalah SWEBOK (Software Engineering Body of Knowledge).
Kompleksitas dalam software develompment dari tahun-ketahun semakin kompleks dan jauh lebih kompleks dibandingkan pada saat awal komputer diciptakan. Untuk itulah para ahli dalam bidang software engineering menyusun berbagai metodologi untuk mengoptimalkan software development process agar dapat menghasilkan produk software yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Keahlian unik seorang software engineer adalah kemampuannya untuk merekomendasikan dan menerapkan metodologi software development terbaik dalam sebuah proyek. Metode-metode software development populer seperti RUP, Agile, Scrum, XP, TDD, BDD memiliki keunggulan dan kelemahan dan tentunya diperlukan keahlian dan pengalaman dalam merekomendasikan dan mengimplementasikan metode yang paling cocok dalam sebuah proyek software development.
Bila programmer dan system analyst ada yang dipekerjakan di perusahaan-perusahaan yang core business-nya bukan software, software engineer umumnya dipekerjakan di perusahaan-perusahaan software development. Bila sebuah perusahaan memerlukan karyawan dengan posisi software engineer, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut memerlukan karyawan yang dapat ditempatkan secara fleksibel. Misalnya di sebuah proyek, karyawan A dapat diposisikan sebagai programmer dalam tahap construction, sedangkan dalam proyek lainnya si A dapat diposisikan sebagai system analyst dalam tahap requirement dan design. Dapat pula si A diposisikan sebagai software tester, SQA engineer ataupun di posisi mana saja dalam SDLC.
Kemampuan untuk menguasai seluruh disiplin dalam SDLC tidak membuat software engineer selalu lebih unggul daripada programmer, system analyst atau SQA engineer. Pada tingkatan yang sama, misalnya pengalaman kerja 5 tahun, seorang sistem analyst tentunya lebih ahli dalam menangkap requirement dan bisnis proses serta membuat proposal. Seorang programmer tentunya lebih menguasai secara mendalam bahasa pemprograman dan IDE (Integrated Development Environment) tools serta trik-trik tertentu dalam bahasa pemprograman. Seorang SQA engineer lebih menguasai software testing dan quality assurance. Diluar hal itu, semuanya bergantung pada pribadi masing-masing dalam mengembangkan keahliannya di profesi apapun.
Software Engineering
Software Engineer:
Tugas:
  1. Melakukan tugas-tugas programmer, system analyst dan sebagian tugas SQA engineer
  2. Merekomendasikan dan menerapkan metodologi terbaik dalam sebuah proyek software development
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan SQA engineer (dalam porsi yang lebih sedikit)
  2. Menguasai SDLC berdasarkan SWEBOK (requirement, design, implementation/construction, testing, maintenance)
  3. Menguasai metodologi software development seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll
Latar Belakang:
Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Matematika pemusatan studi Komputasi
4. Database Administrator (DBA)
Profesi Database Administrator (DBA) terkait erat dengan programmer dan system analyst. Seorang DBA biasanya pernah menjadi seorang programmer tetapi pekerjaannya lebih sering berkaitan dengan database. Perbedaannya dengan database application programmer adalah seorang DBA memiliki keahlian lebih mendalam dalam hal desain, optimasi dan manajemen RDBMS (Relational Database Managemant System) tertentu seperti Oracle, SQL Server, MySQL dll. Tentunya penguasaan terhadap SQL (Structured Query Language) mutlak diperlukan. DBA harus memiliki keahlian menterjemahkan requirement proses bisnis ke obyek-obyek dalam database seperti tabel, query\view dan stored procedure disamping keahliannya dalam optimasi database seperti tuning, indexing, clustering, backup data, maintain high availability dan sebagainya.
Salah satu tugas sehari-hari seorang DBA adalah memaintain database baik produksi, backup maupun development dalam perusahaan yang membutuhkan aplikasi database berskala besar untuk operasionalnya sehari-hari. Karena itu selain hal-hal yang berhubungan dengan software, seorang DBA juga perlu memahami beberapa hal tentang hardware seperti teknologi server, storage devices dll agar dapat merekomendasikan database yang optimal. Pengetahuan tentang server clustering, storage array network (SAN), RAID, backup devices dan optimalisasinya merupakan keahlian unik seorang DBA.
Dengan semakin berkembangnya berbagai teknologi ORM (object relational mapping), maka di kemudian hari pekerjaan programmer dan DBA akan semakin dapat dipisahkan. Bila di masa lalu banyak programmer yang merangkap sebagai DBA, di masa depan bisa jadi programmer semakin jarang menggunakan SQL karena semuanya sudah ditangani oleh komponen ORM. Di sinilah perbedaan bidang keahlian seorang DBA menjadi lebih terlihat dibandingkan dengan seorang programmer.
Dahulu saya pernah diamanati oleh atasan untuk mencari orang yang memiliki keahlian dalam bidang jaringan, server dan database. Hasilnya orang seperti itu tidak pernah ditemukan, karena itu sama saja menggabungkan kemampuan System Administrator dengan Database Administrator. Seorang System Administrator berlatar belakang computer system & networking Seorang DBA sebenarnya berlatar belakang software development. Dua hal tersebut bagaikan jalan bercabang yang harus dipilih oleh seorang profesional IT di awal karirnya.
Database Administrator:
Tugas:
  1. Merancang dan membangun database dalam sebuah sistem
  2. Merekomendasikan solusi terbaik dalam implementasi database baik dalam hal software maupun hardware
  3. Memaintain database agar dapat berjalan dengan baik dan optimal
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai ERD, SQL dan desain database secara mendalam
  2. Menguasai berbagai teknik optimalisasi/tuning, backup dan maintain database
  3. Menguasai secara mendalam salah satu atau lebih RDBMS beserta tools yang ada.
  4. Memahami tentang salah satu platform/bahasa pemprograman untuk mengakses database
  5. Menguasai teknologi server, storage, operating system yang berkaitan dengan implementasi database
Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer
5. Software Architect
Software architect atau kadang disebut juga sebagai Technical Architect biasanya bekerja di perusahaan software development yang memiliki produk-produk software yang cukup besar dan kompleks. software architect bertugas untuk mendesain dan merekomendasikan secara technical mengenai bagaimana dan apa yang diperlukan dalam mengembangkan produk software tersebut. Profesional di bidang ini biasanya pernah meniti karir sebagai programmer, software engineer atau system analyst.
Bila system analyst harus memiliki pengetahuan yang berimbang antara proses bisnis (problem domain) dan software technology (solution domain), seorang architect dituntut untuk menguasai software technology secara lebih mendalam. Kemampuannya dalam hal technical sangat diperlukan dalam proyek-proyek software development berskala besar dan kompleks, dimana keputusan dalam pemilihan teknologi yang paling tepat dan penguasaanya sangat menentukan kesuksesan proyek. Keahlian utama seorang software architect adalah dalam bidang software design dan software development technology.
Software Architect:
Tugas:
  1. Merekomendasikan teknologi yang paling cocok untuk mengembangkan produk software
  2. Membuat standar-standar software development yang akan digunakan oleh tim programmer / developer
  3. Membuat rancangan/desain software dan proses pengembangannya secara keseluruhan
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai hal-hal yang dikuasai programmer, system analyst dan software engineer
  2. Menguasai secara mendalam tentang software development technology
  3. Menguasai penulisan dokumen dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar Belakang:
Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika
6. Software Implementer
Software implementer kadang desebut sebagai “Implementer” atau “Software Support”. Profesi ini kedengarannya mirip dengan “System Support” di dunia Computer System & Networking (lihat di “Profesi di dunia IT Bagian 1″). Memang secara pekerjaan ada kemiripan, tetapi sesuai penamaannya, dalam hal sesuatu yang disupport tentu sudah terlihat perbedaannya. Profesi software implementer tidak tergolong dalam bidang software development melainkan lebih dekat ke bidang software consulting.
Seorang software implementer/support bertugas men-support produk software yang akan diimplementasikan di sisi client/customer baik instalasi setting konfigurasi, modifikasi dan pelatihan untuk user-usernya. Umumnya software support tidak berurusan dengan masalah hardware/jaringan melainkan lebih ke produk software yang di support. seorang software implementer/support dibutuhkan dalam implementasi software yang cukup besar dan kompleks seperti software perbankan, asuransi, airline dll
Software Implementer / Support
Tugas:
  1. Melakukan instalasi/implementasi serta setting produk software di sisi client/customer
  2. Memelihara dan memastikan software yang sudah diimplementasikan berjalan dengan baik
  3. Melakuakan troubleshooting terhadap produk software
  4. Memberikan pelatihan (training) kepada para pengguna software
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Menguasai secara mendalam produk software yang akan diimplementasikan
  2. Menguasai teknologi platform / sistem poperasi/ middleware (bila ada) yang dibutuhkan oleh produk software yang disupport
  3. Memahami insalasi, setting & troubleshooting produk software yang diimplementasikan
Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)
7. Technical Consultant
Technical Consultan atau kadang disebut sebagai “Consultant” saja sesuai namanya bekerja sebagai konsultan IT. Tugas utama seorang konsultan adalah merekomendasika solusi teknologi IT terbaik untuk memecahkan masalah yang ada. Bila seorang software architect lebih menguasai solution domain, seorang technical consultant lebih menguasai problem domain. Seorang technical consultant mirip seorang system analyst yang lebih sering membuat konsep proses bisnis dan requirment daripada melakukan design atau coding. Technical consultant tentunya juga menguasai teknologi software development tetapi pada level yang lebih umum dan luas (high level) dan lebih condong termasuk dalam bidang software consulting.
Berbeda dengan software architect yang lebih banyak bekerja secara internal dalam perusahaan, technical consultant lebih banyak bekerja untuk memberikan konsultasi kepada client/customer dan lebih banyak berhadapan dengan banyak orang. Untuk itu dibutuhkan interpersonal dan writing skill yang memadai.
Apabila anda sering mendengar istilah ERP (Enterprise Resource Planning) consultant, profesi tersebut termasuk dalam technical consultant. seorang ERP consultant tentunya harus menguasai proses bisnis enterprise dan bagaimana mengimplementasikannya dalam produk software yang dikuasai / direkomndasikannya. Pada tulisan mengenai “Profesi di dunia IT Bagian 1″, saya pernah bercerita tentang IT specialist yang kedengarannya mirip dengan technical consultant dalam hal rekomendasi dan implementasi IT. Perbedaannya adalah, technical consultant lebih menguasai proses bisnis dan software sedangkan IT specialist lebih meguasai hardware dan jaringan serta software secara garis besar
Bila bekerja pada perusahaan yang menjual produk software, technical consultant biasanya lebih banyak bekerja pada tahap pre-sales. Pada tahap implementasi, technical consultant bekerja sama dengan software implementer. Setelah software terimplementasi (after sales), software implementer / support akan lebih banyak berperan dalam operasionalnya. Technical consultant akan diperlukan lagi bila ada perubahan proses bisnis, modifikasi atau penambahan modul yang cukup kompleks dalam software tersebut
Technical Consultant:
Tugas:
  1. Memberikan konsultansi/rekomendasi mengenai solusi IT terbaik untuk memecahkan masalah
  2. Membuat dokumen seperti proposal, requirement dan desain software secara umum
  3. Melakukan pelatihan (training) kepada para pengguna software
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Berpengalaman dan menguasai berbagai macam proses bisnis enterprise atau jenis bisnis terentu
  2. Menguasai teknologi IT secara luas
  3. Menguasai secara mendalam tentang solusi software yang direkomendasikan
  4. Menguasai penulisan dokumen dan komunikasi verbal dengan baik (dalam bahasa Inggris dan Indonesia)
Latar Belakang:
Manajemen Informatika, Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknik Komputer, Teknik Elektro (Pemusatan Studi Komputer)
8. User Interface Designer
Mungkin anda agak jarang mendengar nama profesi seperti ini karena memang istilah ini jarang digunakan. Ada iklan lowongan pekerjaan yang menggunakan istilah “User Interface Designer”, tetapi lebih sering digunakan istilah “Web Designer” untuk posisi tersebut.
Profesi yang terakhir ini memang agak sedikit berbeda dengan profesi-profesi sebelumnya karena orang-orang sukses di bidang ini umumnya memiliki bakat seni sekaligus kemampuan technical. Seorang user interface designer harus dapat membuat desain web yang manis, serasi, user friendly tetapi tetap efisien karena Internet memiliki bandwidth yang terbatas. Karena profesional di bidang ini lebih sering dipekerjakan dalam web development, maka profesi ini lebih sering disebut sebagai web designer.
Selain menguasai programming terutama web programming, seorang web designer juga harus menguasai tools dalam image design dan animasi seperti produk-produk Adobe/Macromedia, Corel dll. Dalam web development, user interface designer bekerja bahu-membahu dengan web programmer/developer untuk menghasilkan aplikasi web yang baik dalam hal tampilan dan fungsionalitas. Tampilan yang baik, menarik dan user friendly akan membuat aplikasi web tersebut dinilai lebih bermutu.
Kadang kala user interface designer juga disertakan dalam proyek-proyek non web, misalnya untuk membuat design icon, splash screen, logo dll. Contohnya, dewasa ini di platform Microsoft.Net dikenal adanya teknologi WPF (Windows Presentation Foundation). Dengan menggunakan teknologi ini, desain tampilan aplikasi desktop dapat dipisahkan dengan coding-nya. Seorang user interface designer dapat bekerja pada desain tampilan menggunakan XAML, sedangkan programmer/developer mengerjakan coding-nya di code-behind menggunakan C# atau VB.Net. Karena itulah profesi ini menurut saya lebih tepat dinamakan user interface designer.
User Interface Designer:
Tugas:
  1. Mendesain user interface agar menarik dan serasi secara visual dan user friendly
  2. Mendesain image/gambar/animasi yang akan digunakan di tampilan user interface (UI) software aplikasi
Keahlian yang Diperlukan:
  1. Memiliki bakat/minat di seni rupa / desain visual
  2. Memahami dasar-dasar pemprograman baik web maupun secara umum
  3. Menguasai scripting untuk user interface seperti seperti HTML, DHTML, CSS, JavaScript, action script, XAML dll.
  4. Menguasai tools manipulasi image dan animasi
Latar Belakang:
Seni Rupa (desain visual), Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Manajemen Informatika
Sampai di sini dulu tulisan ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat. Bagi anda yang berminat berkarir di dunia IT terutama bidang software development / consulting, mungkin bisa memilih profesi mana saja yang cocok atau sesuai dengan peminatan.

Bila ada saran/kritik silakan “leave a comment”. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga ada manfaatnya… :)
More power to your spirit!
Read Post | comments

Partners


Blogger Bertuah
 
© Copyright Rumah Langit 2011 - Some rights reserved.
Edited By Kurt